Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Yogyakarta Perkuat Karakter dan Inovasi Pemuda untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045

badge-check


					Yogyakarta bahas penguatan karakter dan inovasi pemuda dalam diskusi publik untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, melibatkan pemerintah dan akademisi. Foto: warta.jogjakota.go.id Perbesar

Yogyakarta bahas penguatan karakter dan inovasi pemuda dalam diskusi publik untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, melibatkan pemerintah dan akademisi. Foto: warta.jogjakota.go.id

SLEMAN, updatemerapi.com – Peran generasi muda Yogyakarta dalam menyambut Indonesia Emas 2045 menjadi sorotan dalam diskusi publik bertajuk “Peran Yogyakarta dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045: Membesarkan Keistimewaan untuk Masa Depan” yang digelar di Wakijan Coffee, Minggu (7/12/2025) malam. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan serta akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wihana Kirana Jaya.

Dalam paparannya, Wawan menilai generasi Z dan alfa memiliki modal pengetahuan dan keterampilan yang kuat karena tumbuh di era perkembangan teknologi yang pesat. Namun, ia menekankan bahwa penguasaan teknologi tidak serta merta cukup untuk mempersiapkan masa depan.

“Pengetahuan anak-anak ini sangat luas karena aksesnya sangat mudah. Tetapi mengetahui saja tidak cukup. Mereka harus memahami makna dan nilai di balik apa yang dipelajari. Yang paling penting adalah budi pekerti dan marwah budaya, terutama bagi orang Jogja,” ujar Wawan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Yogyakarta tengah merancang penguatan pendidikan karakter di sekolah. Mulai tahun 2026, pelajar SD dan SMP direncanakan mengikuti kelas budi pekerti dan muatan lokal setiap hari Sabtu. Materi tersebut mencakup unggah-ungguh, budaya, hingga kesenian tradisional.

Sementara itu, Prof Wihana menekankan bahwa Yogyakarta memiliki modal budaya, sejarah, dan heritage yang sangat kuat untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan ekosistem heritage Jogja–Borobudur–Prambanan–Sangiran sebagai salah satu kekuatan utama kota ini.

“Jogja adalah magnet pendidikan yang berakar pada budaya dan sejarah. Tantangannya adalah bagaimana membawa kekuatan ini ke masa depan. Tahun 2045 bukan waktu yang jauh, itu seperti besok. Tomorrow is today,” jelasnya.

Wihana juga mendorong pengembangan kreativitas dan inovasi berbasis budaya yang dipadukan dengan teknologi. Ia menilai cerita-cerita lokal seperti legenda Borobudur dan Prambanan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui animasi, industri kreatif, maupun teknologi digital.

“Pariwisata sebaiknya disandingkan dengan sains, teknologi, engineering, dan matematika, namun tetap dikemas dengan seni budaya. Tantangan terbesar adalah bagaimana membangun storytelling yang kuat dan mampu diterima secara global,” kata dia.

Diskusi publik yang dihadiri mahasiswa dan komunitas pemuda tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda dalam merancang strategi menyambut Indonesia Emas 2045.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan