Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Wali Kota Yogyakarta Ingatkan Anak Muda Tak Jadi ‘Generasi Stroberi’ yang Mudah Rapuh

badge-check


					Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ingatkan calon wisudawan UGM agar tak jadi “generasi stroberi” dan siap menghadapi tantangan bonus demografi. Foto: warta.jogjakota.go.id Perbesar

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ingatkan calon wisudawan UGM agar tak jadi “generasi stroberi” dan siap menghadapi tantangan bonus demografi. Foto: warta.jogjakota.go.id

SLEMAN, updatemerapi.com — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengingatkan para calon wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) agar membangun karakter yang tangguh dan tidak menjadi “generasi stroberi”. Istilah itu merujuk pada generasi muda yang terlihat kuat dari luar, namun mudah rapuh ketika menghadapi tekanan.

Pesan tersebut disampaikan Hasto saat mengisi Talk Show Sinergi UGM dan KAGAMA pada kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode November 2025 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Senin (24/11).

Dalam pemaparannya, Hasto menyoroti tantangan berat yang menanti generasi muda, terutama terkait perubahan demografi dan ancaman aging population. Ia menyebut generasi muda saat ini berada pada posisi “sandwich generation”, di mana jumlah penduduk usia tidak produktif akan semakin besar.

“Generasi muda sekarang jangan lembek. Kalian ini sandwich generation. Orang tua makin banyak yang tidak produktif, sementara harapan hidup di Yogyakarta sangat tinggi, bahkan yang tertinggi di Indonesia,” ujar Hasto.

Menurutnya, Indonesia sedang menghadapi situasi krusial. Bonus demografi yang selama ini menjadi peluang hanya akan bertahan dalam waktu singkat. Jika generasi muda tidak memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, peluang menuju Indonesia maju bisa hilang.

“Window of opportunity menuju Indonesia maju akan menutup pada 2040. Kalau anak muda tidak bekerja keras, meningkatkan skill, dan menciptakan lapangan kerja, peluang itu bisa hilang,” tuturnya.

Hasto juga menekankan dua hal penting sebagai modal menghadapi masa depan: penguasaan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan. Ia berharap generasi muda mampu mandiri secara finansial di usia produktif.

“Anak muda harus punya skill, kerja keras, dan memberdayakan perempuan. Harapannya bisa bekerja, menciptakan lapangan kerja, dan mandiri secara finansial pada usia 50 tahun,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus Pusat Kagama, Sandya Yudha, menyampaikan bahwa pembekalan ini penting untuk memperluas sudut pandang calon wisudawan. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi dunia kerja.

“Kami ingin para lulusan UGM memahami bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup. Mereka juga perlu karakter, etika, dan kepekaan sosial untuk bisa memberi kontribusi nyata,” ujarnya.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan