Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Strategi 3 Go Jadi Kunci UMKM Naik Kelas di Era Marketplace Digital

badge-check


					Strategi 3 Go yang disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi dan pemanfaatan marketplace. Foto: Dok. Warta.Jogjakota.go.id Perbesar

Strategi 3 Go yang disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi dan pemanfaatan marketplace. Foto: Dok. Warta.Jogjakota.go.id

Sleman, Updatemerapi.com  — Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan pentingnya digitalisasi sebagai kunci utama bagi UMKM untuk naik kelas di tengah persaingan ekonomi digital. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber Pelatihan Entrepreneurship Ikatan Alumni (IA) UPN Veteran Yogyakarta bertema “Level Up Bisnis di Marketplace” yang digelar di J-Walk Mall Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).

Dalam sambutannya, Wawan menekankan bahwa upaya scale up bisnis harus berfokus pada peningkatan efisiensi, inovasi, serta nilai manfaat usaha melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia mendorong pelaku usaha menerapkan strategi 3 Go, yakni Go Modern, Go Digital, dan Go Online, agar bisnis dikelola secara lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan pasar.

“Digitalisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. UMKM harus siap naik kelas dengan manajemen yang rapi, pemasaran yang kuat, serta pemanfaatan marketplace secara cerdas,” ujar Wawan di hadapan peserta pelatihan yang didominasi mahasiswa, alumni, dan entrepreneur muda.

Wawan juga menyoroti pentingnya capacity building yang sistematis dan berbasis riset tren pasar. Menurutnya, penguatan internal dan eksternal UMKM harus berjalan seiring dengan strategi pemasaran yang komprehensif. Peserta pelatihan didorong untuk menerapkan prinsip dasar kewirausahaan, mulai dari disiplin pembukuan, manajemen kas yang sehat, penguatan branding, standar pengemasan produk, hingga keberanian bereksperimen di pasar digital.

Kepada peserta, Wawan berpesan agar pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang menambah wawasan, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai titik lompatan usaha. Marketplace, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk membangun cerita merek, pengalaman pelanggan, sekaligus memperluas jejaring kemitraan.

“Jadilah pelaku usaha yang produktif, beretika, berdaya saing global, namun tetap berakar pada identitas budaya Yogyakarta,” pesannya.

Berbagi pengalaman sebagai pengusaha, Wawan mengungkapkan bahwa modal utama dalam berwirausaha bukan semata uang, melainkan mental yang kuat dan kesiapan menghadapi risiko. Ia mengingatkan pelaku usaha pemula agar tidak menempatkan seluruh modal pada satu usaha dan berani belajar dari kegagalan sebagai bagian dari proses.

Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam pelatihan ini, termasuk Rumah BUMN dan Kampus UMKM Shopee Jogja, yang dinilai berperan penting dalam membuka akses wirausaha muda terhadap jaringan nasional, inkubasi bisnis, serta peluang kemitraan yang lebih luas.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si menyambut baik pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya kampus mencetak wirausahawan tangguh dan adaptif. Ia menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan agar pelatihan tidak hanya melahirkan wirausaha baru, tetapi juga mampu meningkatkan omzet dan penyerapan tenaga kerja.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kewirausahaan. Kami berharap kegiatan seperti ini terintegrasi dengan kurikulum dan memberikan dampak nyata bagi peserta,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, dan platform digital dalam mendorong UMKM dan wirausaha muda untuk naik kelas serta berdaya saing di era ekonomi digital.

sumber: warta.jogjakota.go.id

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan