Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

badge-check


					Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital Perbesar

Yogyakarta, updatemerapi.com Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia Kota Yogyakarta (PRIMA DMI Kota Yogyakarta) bekerja sama dengan BAZNAS Kota Yogyakarta menggelar Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah masjid melalui pemanfaatan media digital yang kreatif, edukatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Bootcamp dakwah digital tersebut dilaksanakan pada Sabtu, (14/2), bertempat di Ghra Pandawa Balaikota Yogyakarta. 

Ketua Umum PRIMA DMI Kota Yogyakarta, Muhaimin, menyampaikan bahwa bootcamp ini dirancang sebagai persiapan konkret menghadapi Ramadhan, di mana aktivitas masjid biasanya meningkat signifikan.

“Pelatihan ini sifatnya praktis. Kami ingin remaja masjid mampu mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan Ramadhan, baik kajian, buka puasa bersama, hingga ibadah Tarawih, melalui media sosial dan live streaming,” ujarnya pada keterangan, Senin (16/2/2025).

Menurutnya, di tengah pesatnya arus informasi dan media sosial, peran remaja masjid dinilai sangat strategis sebagai agen dakwah digital. Melalui konten positif dan inspiratif, masjid diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan muda.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari remaja masjid, pengelola media masjid, serta generasi muda yang memiliki ketertarikan di bidang konten kreatif dan dakwah digital. Selain peserta dari Kota Yogyakarta, kegiatan ini juga menarik minat remaja masjid dari Kabupaten Sleman dan Bantul.

Dalam Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp ini, peserta mendapatkan sejumlah materi utama yang aplikatif. Di antaranya pelatihan Islamic Content Creator yang membahas teknik dasar produksi konten dengan peralatan sederhana, pengemasan pesan dakwah agar singkat dan menarik, serta pemanfaatan aplikasi desain dan editing seperti Canva dan CapCut.

Selain itu, peserta juga mengikuti sesi sharing pengelolaan media masjid bersama Masjid Jogokariyan, yang dikenal luas dengan pengelolaan media dakwahnya. Materi lainnya adalah pelatihan live streaming YouTube untuk mendukung siaran langsung kegiatan masjid selama bulan Ramadhan.

Menurut Muhaimin, dokumentasi dan siaran digital yang baik tidak hanya berdampak pada penyebaran dakwah, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan media masjid. 

“Kalau kanalnya berkembang, engagement-nya tinggi, tentu bisa memberi manfaat lebih luas, termasuk mendukung kegiatan masjid,” katanya.

Muhaimin menekankan bahwa konten digital dapat menjadi jembatan antara masjid dan masyarakat. Banyak masjid berada di sekitar lingkungan warga, namun aktivitasnya kurang diketahui karena minim publikasi.

“Ketika kegiatan masjid ditampilkan secara menarik di media sosial, masyarakat akan lebih tertarik datang. Ini juga cara efektif mengajak generasi Z agar mau kembali meramaikan masjid,” jelasnya.

Dengan pendekatan visual dan narasi yang relevan, masjid diharapkan tampil sebagai ruang yang terbuka, ramah, dan penuh aktivitas positif.

Sebagai tindak lanjut, para peserta diberikan tugas untuk mengunggah hasil karya konten mereka ke media sosial masing-masing. Konten tersebut diminta untuk menandai akun BAZNAS Kota Yogyakarta, PRIMA DMI Kota Yogyakarta, DMI Kota Yogyakarta, serta Info Kajian Jogja yang memiliki basis pengikut cukup besar.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah digital masjid. “Kalau dilakukan bersama-sama, informasi kegiatan masjid akan lebih cepat tersebar dan dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Muhaimin.

PRIMA DMI Kota Yogyakarta menegaskan bahwa bootcamp ini bukan kegiatan sekali selesai. Pasca Ramadhan, organisasi tersebut berencana membuka rekrutmen anggota di setiap kemantren untuk membentuk cabang PRIMA DMI se-Kota Yogyakarta.

Rencananya, pelantikan pengurus akan dilakukan secara serentak pada tahun 2026 sebagai bagian dari proses kaderisasi remaja masjid yang berkelanjutan. “Harapannya, dari remaja masjid inilah akan lahir kader-kader yang kelak berkiprah di Dewan Masjid Indonesia,” tutur Muhaimin.

Melalui Bootcamp Dakwah Digital ini, PRIMA DMI Kota Yogyakarta bersama BAZNAS Kota Yogyakarta berharap masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat informasi dan edukasi keislaman yang aktif, kreatif, dan adaptif. 

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, dakwah digital diharapkan mampu memperluas syiar Islam sekaligus menghidupkan masjid di tengah masyarakat.(*)

Penulis : Len

 

 

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

JFW 2026 Digelar di JEC, Angkat Budaya Lokal Jogja ke Panggung Fashion Dunia

15 February 2026 - 13:44 WIB

Trending on Berita Unggulan