Yogyakarta, Updatemerapi.com – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mulai membuka layanan Keluarga Berencana (KB) gratis secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat. Langkah ini diambil untuk mendekatkan layanan KB kepada masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi penggunaan kontrasepsi modern.
Salah satu layanan rutin dibuka di Klinik KB Pasar Beringharjo lantai 3 setiap hari Selasa. Sebelumnya, pelayanan KB di lokasi ini belum dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Sementara itu, layanan KB setiap hari Jumat tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan lain, seperti Praktik Mandiri Bidan Ikatan Bidan Indonesia (PMB IBI) Melati di wilayah Kotagede. Beberapa puskesmas di Kota Yogyakarta juga tengah diusulkan agar segera membuka layanan serupa.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Herristanti, menyampaikan bahwa layanan KB rutin ini bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja.
“Untuk tahun 2026 ini, kami mengoptimalkan pelayanan KB setiap hari Selasa dan Jumat. Kami juga membagikan flyer agar masyarakat bisa mendaftar melalui tautan yang tersedia atau langsung datang dan dilayani di tempat,” ujarnya.
Herristanti menegaskan bahwa layanan KB tidak hanya ditujukan bagi pedagang pasar, tetapi terbuka untuk seluruh masyarakat, baik warga Kota Yogyakarta maupun dari luar daerah. Pelayanan KB bersifat nasional sehingga tidak dibatasi oleh domisili KTP.
Jenis layanan KB yang tersedia meliputi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti bongkar pasang IUD dan implan. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh layanan kontrasepsi non-MKJP, antara lain pil dan kondom, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pendaftaran layanan dapat dilakukan melalui tautan yang disebarkan lewat flyer maupun informasi dari radio pasar. Selain layanan rutin, DP3AP2KB juga masih menyediakan layanan KB insidental di sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.
Meski tingkat partisipasi KB di Kota Yogyakarta tergolong cukup baik, Herristanti menyebut capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini, angka unmet need atau pasangan usia subur yang belum ber-KB masih berada di kisaran 9,5 persen.
Melalui layanan rutin ini, Pemkot Yogyakarta berharap semakin banyak masyarakat yang beralih ke metode KB modern sesuai kebutuhan. “KB bukan soal membatasi jumlah anak, tetapi mengatur jarak kelahiran. Idealnya minimal tiga tahun agar pengasuhan lebih optimal dan dapat mencegah stunting,” tambahnya.
Masyarakat yang ingin mengikuti layanan KB gratis dapat mendaftarkan diri melalui laman https://bit.ly/PELAYANANKLINIKBERINGHARJO atau melalui pendaftaran daring di nomor 085876026665. Klinik KB Beringharjo melayani setiap hari Selasa pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
sumber: warta.jogjakota.go.id













