Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Kemenag Tembus Daerah Terisolir Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan ke Lubuk Siduk

badge-check


					Kemenag bersama Baznas dan LAZ menembus wilayah terisolir Lubuk Siduk, Aceh Tamiang, untuk menyalurkan bantuan logistik dan trauma healing korban banjir. Foto: kemenag.go.id Perbesar

Kemenag bersama Baznas dan LAZ menembus wilayah terisolir Lubuk Siduk, Aceh Tamiang, untuk menyalurkan bantuan logistik dan trauma healing korban banjir. Foto: kemenag.go.id

Aceh Tamiang, updatemerapi.com – Kementerian Agama (Kemenag) bersama relawan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Desa Lubuk Siduk, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025). Wilayah tersebut menjadi salah satu daerah paling terisolir akibat banjir besar yang merusak infrastruktur.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan akses menuju Lubuk Siduk cukup sulit karena banyak jalan rusak. Saat ini hanya satu bangunan yang masih berdiri utuh, yakni Masjid Lubuk Siduk, yang difungsikan sebagai posko pengungsian.

“Setelah perjalanan panjang, tim akhirnya bisa menembus Lubuk Siduk. Ini daerah paling terisolir, infrastrukturnya rusak parah dan hanya menyisakan satu masjid,” kata Waryono di lokasi.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kemenag menyerahkan genset beserta bahan bakar, mobil suplai air bersih, toren air, peralatan memasak, popok bayi, serta kebutuhan dapur bagi warga terdampak banjir.

Selain itu, bantuan juga diberikan untuk Masjid Besar Al Huda, berupa karpet, sajadah, dan kebutuhan harian pengungsi. Menurut Waryono, ke depan masih diperlukan peralatan untuk membersihkan rumah warga yang terendam lumpur akibat banjir.

“Alhamdulillah, Baznas juga sudah membuka dapur umum tanggap bencana di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan pascabanjir membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, Baznas, dan LAZ, khususnya untuk penyediaan hunian bagi warga yang kehilangan rumah.

Tak hanya bantuan logistik, Kemenag bersama Baznas dan LAZ juga memberikan trauma healing bagi anak-anak pengungsi. Kegiatan tersebut dilakukan di MIN 5 yang roboh dan hanyut terbawa banjir.

“Kami ajak anak-anak bermain dan bernyanyi agar mereka bisa kembali ceria. Semoga bisa sedikit mengobati trauma yang mereka alami,” pungkas Waryono.

Sumber: kemenag.go.id

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan