Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

JFW 2026 Digelar di JEC, Angkat Budaya Lokal Jogja ke Panggung Fashion Dunia

badge-check


					Peluncuran JFW 2026 di Universitas Gadjah Mada,  Yogyakarta. Kamis (12/2/2026). Foto : SonS
Perbesar

Peluncuran JFW 2026 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kamis (12/2/2026). Foto : SonS

Sleman, updatemerapi.com Jogja Fashion Week (JFW) 2026 kembali hadir sebagai ajang mode terbesar dan paling bergengsi di Yogyakarta. Memasuki usia ke-21 tahun, JFW 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 13 – 16 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC). 

Sebagai event yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, kegiatan ini telah menjelma menjadi ekosistem fashion yang tidak hanya menampilkan karya mode, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif, membuka ruang transaksi, serta mempertemukan pelaku industri fashion dari berbagai daerah.

Ketua Panitia JFW 2026, Yuna Pancawati, menyebut usia 21 tahun sebagai fase pendewasaan bagi Jogja Fashion Week. Perjalanan panjang selama dua dekade lebih dinilai menjadi bekal kuat untuk membawa JFW melangkah lebih jauh dan berani menjadi trendsetter.

“Perjalanan 21 tahun ini memberi pembelajaran besar. Melalui JFW 2026, kami ingin membuktikan bahwa tradisi yang dipadukan dengan kreativitas dan teknologi mampu menjadi produk fashion yang diterima masyarakat dunia,” ujar Yuna dikutip, Minggu (15/2/2025).

Pada penyelenggaraan tahun ini, JFW mengusung tema “Roots of Resonance, Beyond”. Tema ini merepresentasikan kekayaan akar budaya fesyen Yogyakarta yang adiluhung sebagai sumber inspirasi utama karya mode dan wastra.

Nilai-nilai tradisi tersebut kemudian beresonansi dan berkembang, terhubung dengan peradaban serta dinamika tren fashion global. Melalui tema ini, JFW ingin menunjukkan bahwa budaya lokal Jogja tidak hanya relevan, tetapi juga mampu bersaing dan diterima di tingkat internasional.

“Akan hadir lebih dari 1.000 karya mode yang tampil dalam 10 sesi fashion show. Sebanyak lebih dari 160 desainer akan terlibat, terdiri atas desainer profesional, young fashion designer, hingga kids fashion designer,” ungkapnya.

“Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, setiap hari fashion show juga akan dimeriahkan oleh kehadiran Guest Designer yang menambah daya tarik dan kualitas peragaan busana,” lanjutnya.

Project Manager JFW 2026, Aulia Sunhandhyka, menegaskan bahwa seluruh desainer yang tampil telah melalui proses kurasi ketat. Kurasi dilakukan tidak hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga kesesuaian karya dengan tema dan standar kualitas Jogja Fashion Week.

“Selain desainer profesional, kami memberikan ruang khusus bagi young fashion designer, termasuk desainer muda dari SMK dan kampus fashion. Langkah ini menjadi bagian dari upaya regenerasi dan penguatan ekosistem industri mode Indonesia,” ucapnya.

Menurut Aulia, antusiasme generasi muda yang tinggi membuat slot desainer muda selalu penuh dan bahkan mengalami penambahan sesi dalam beberapa tahun terakhir. 

“Jogja Fashion Week menjadi ruang belajar, presentasi, sekaligus partisipasi bagi talenta muda untuk memasuki industri fashion secara profesional. Tak hanya fashion show, tahun ini ada pameran fashion dan aksesori premium dengan sekitar 150 tenant terkurasi dari berbagai daerah. Pameran ini menjadi destinasi belanja fashion terbaik, baik bagi kolektor, buyer, maupun masyarakat umum,” jelasnya.

Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAA Adipati Paku Alam, menyebut Jogja Fashion Week sebagai ruang transaksi yang efektif dan strategis.

“Banyaknya tenant dari berbagai daerah serta desainer yang masuk daftar tunggu menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Yogyakarta dan Indonesia sedang tumbuh sangat baik,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah DIY. Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menilai Jogja Fashion Week memiliki peran penting dalam rantai pasok fashion internasional.

“Jogja Fashion Week bukan sekadar pesta visual, tetapi penggerak ekonomi. Kami ingin semangat dari Yogyakarta ini bergema ke seluruh dunia, membawa pesan bahwa fashion Indonesia adalah masa depan mode global,” tuturnya.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih komprehensif, berbagai agenda pendukung, mulai dari seminar industri, talkshow, shop talk, presentasi produk, Young Fashion Designer Competition, hingga business matching.

Penulis : Len

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan