Sleman, Updatemerapi.com – Sebuah jembatan kecil di Padukuhan Kalongan, Sleman, kini menjadi simbol besar kolaborasi warga dan pemerintah. Jembatan Atmo Darsono tak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga dirancang selaras dengan upaya menjaga kelestarian sungai di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Sleman bersama komunitas warga meresmikan Jembatan Atmo Darsono di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Minggu (8/2/2026). Peresmian jembatan tersebut dirangkai dengan kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih) di aliran Sungai Grojogan.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto, menyebut jembatan tersebut memiliki nilai strategis bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga Padukuhan Kalongan. Keberadaannya memperpendek jarak tempuh antarwilayah RW sekaligus meningkatkan akses aktivitas harian masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keberpihakan pada kebutuhan riil warga. Mobilitas lebih mudah, ekonomi bergerak, dan lingkungan tetap dijaga,” kata Budi dalam sambutannya.
Menurutnya, pembangunan di Sleman harus terus diarahkan pada prinsip keberlanjutan. Infrastruktur yang dibangun tidak boleh merusak alam, justru harus memperkuat upaya pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan bantaran sungai.
Dalam rangkaian acara tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Forum Komunitas Sungai Sleman, serta Komunitas Peduli Sungai Jogokali Grojogan menggelar aksi Prokasih. Warga menyisir Sungai Grojogan untuk membersihkan sampah plastik dan material lain yang berpotensi menghambat aliran air.
Penjabat Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh, mengatakan kegiatan Prokasih merupakan wujud konsistensi budaya gotong royong warga Kalongan yang telah berjalan lama.
“Menjaga kebersihan sungai bukan hanya soal hari ini, tapi tentang masa depan. Air adalah sumber kehidupan, dan menjaga sungai berarti menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Isti berharap gerakan peduli lingkungan tersebut dapat menjadi contoh bagi padukuhan lain di wilayah Maguwoharjo agar kesadaran menjaga ekosistem sungai semakin meluas.
Nama Jembatan Atmo Darsono diambil sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Atmo Darsono, mantan Kepala Padukuhan Kalongan yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan masyarakat. Pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap dengan pendanaan dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Reguler dan BKK Pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Sleman.
sumber: Infopublik.id













