Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

DPRD Sleman Gelar Seminar Kebangsaan untuk Peringati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

badge-check


					DPRD Sleman gelar Seminar Kebangsaan peringati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, ungkap data nasional dan lokal serta ajakan komitmen bersama.
Perbesar

DPRD Sleman gelar Seminar Kebangsaan peringati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, ungkap data nasional dan lokal serta ajakan komitmen bersama.

SLEMAN, updatemerapi.com – DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Seminar Kebangsaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Acara tersebut berlangsung di Pendopo DPRD Sleman pada Sabtu (6/12/2025) dan dihadiri perwakilan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, serta para pemangku kepentingan.

Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ani menyampaikan bahwa peringatan ini bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional, sehingga menjadi saat yang tepat untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam melindungi kelompok rentan.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban moral, tetapi merupakan amanah konstitusi dan hak asasi yang harus dijaga bersama,” ujar Ani.

Ia menjelaskan bahwa dinamika sosial masyarakat yang berubah cepat turut menimbulkan tantangan baru. Tekanan psikologis dalam keluarga, meningkatnya konflik domestik, serta ketimpangan literasi digital menjadi faktor yang memperbesar risiko kekerasan. Perempuan dan anak, menurutnya, masih merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis siber.

Dalam paparannya, Ani turut mengungkapkan data nasional yang menunjukkan kondisi memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian PPPA RI, hingga Desember 2025 tercatat lebih dari 26.900 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan atau anak pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Situasi serupa juga ditemukan di Kabupaten Sleman. Data Simfoni PPPA mencatat terdapat 359 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga awal Desember 2025. Ani menyebut angka tersebut menandakan bahwa meskipun Sleman dikenal memiliki indeks pembangunan manusia yang tinggi, kasus kekerasan tetap terjadi dan sering kali tersembunyi dalam lingkup domestik.

“Ini menunjukkan bahwa kekerasan bukanlah kasus individual, tetapi fenomena sosial yang membutuhkan tindakan kolektif,” kata Ani.

Ani juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memperkuat layanan perlindungan melalui unit layanan terpadu, pendampingan psikologis, layanan hukum, serta berbagai program advokasi bersama lembaga masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Sleman, Ani menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam memastikan perlindungan perempuan dan anak berjalan efektif. Ia menyebut bahwa DPRD berperan penting dalam penyusunan peraturan daerah yang menghadirkan payung hukum kuat dan responsif terhadap kebutuhan korban.

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan