Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Bupati Sleman Dukung Konservasi Anggrek Vanda Tricolor, Festival ke-8 Resmi Digelar

badge-check


					Festival Anggrek Vanda Tricolor ke-8 digelar di Sleman. Bupati Harda dukung konservasi anggrek endemik Merapi yang kini semakin langka. Perbesar

Festival Anggrek Vanda Tricolor ke-8 digelar di Sleman. Bupati Harda dukung konservasi anggrek endemik Merapi yang kini semakin langka.

Sleman, updatemerapi.com – Festival Anggrek Vanda Tricolor memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 pada 18–23 November 2025. Ratusan anggrek endemik Merapi dipamerkan dalam agenda tahunan yang berfokus pada konservasi dan pengenalan anggrek khas lereng Merapi tersebut. Puncak festival berlangsung Sabtu malam (22/11) di Taman dan Pendopo Royal Ambarrukmo, sekaligus menjadi momen penyerahan Piala Bupati Sleman kepada pemenang kontes anggrek.

Acara seremonial turut dihadiri Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekjen DPP Pecinta Anggrek Indonesia Untung Santoso, Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho, serta founder festival, Sri Suprih Lestari atau Titi Lestari.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi terhadap upaya pelestarian anggrek endemik Merapi yang populasinya semakin terbatas.

“Saya mengapresiasi dan mendukung acara ini sebagai upaya melestarikan dan mengenalkan anggrek endemik khas Merapi yang menjadi kebanggaan Sleman dan DIY,” ujar Harda.

Ia berharap festival ini tidak hanya berhenti pada tahun ke-8, tetapi terus berkembang dan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kekayaan hayati lokal.

Founder festival, Titi Lestari, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan terhadap meredupnya pamor anggrek Vanda Tricolor. Upaya konservasi mulai ia lakukan sejak 2015, lalu berkembang menjadi festival tahunan yang semakin besar.

“Tujuannya melestarikan anggrek asli Merapi. Karena itu kami butuh dukungan dan sinergi demi keberlangsungan konservasi Vanda Tricolor,” ujar Titi.

Tahun ini festival mengusung tema “Pesona Anggrek Warisan Hutan Merapi.” Selain pameran, digelar pula kontes anggrek dengan 144 tanaman peserta dari DIY dan sejumlah kota lain di Indonesia. Kompetisi memperebutkan Piala Gubernur DIY, Piala Bupati Sleman, Piala DPKP DIY, dan Piala Rektor UGM.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan bahwa Vanda Tricolor bukan sekadar tanaman, tetapi warisan ekologi dan simbol identitas floral DIY.

“Merawat anggrek bukan hanya kegiatan hortikultura, tetapi bagian dari laku budaya yang memadukan estetika, kebijaksanaan, dan kesadaran ekologis,” ucapnya.

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan