Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Bupati Agam Dampingi Gubernur Tinjau Banjir Bandang Malalak: 13 Korban Meninggal, Akses Masih Terputus

badge-check


					Bupati Agam dan Gubernur Sumbar meninjau banjir bandang Malalak. Pencarian korban terus dilakukan, 13 meninggal, akses masih terputus. Foto: infopublik.id Perbesar

Bupati Agam dan Gubernur Sumbar meninjau banjir bandang Malalak. Pencarian korban terus dilakukan, 13 meninggal, akses masih terputus. Foto: infopublik.id

Agam, updatemerapi.com — Bupati Agam, Benni Warlis, mendampingi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau lokasi banjir bandang serta posko pengungsian di Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, pada Kamis (27/11/2025). Kunjungan ini menjadi langkah cepat pemerintah dalam memastikan penanganan darurat bencana berjalan optimal.

Di posko pengungsian, Bupati dan Gubernur berdialog dengan warga terdampak. Sejumlah warga mengungkapkan anggota keluarga yang masih hilang, rumah yang hancur akibat terjangan banjir bandang, serta keterbatasan logistik yang mereka hadapi selama mengungsi.

Bupati Agam menegaskan bahwa pemerintah daerah terus menginventarisasi kebutuhan utama warga agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan cepat.

Dari laporan tim SAR, proses pencarian korban masih terhambat hujan deras dan meningkatnya debit sungai yang kembali membawa material batu, lumpur, dan kayu. Kondisi ini membuat akses menuju lokasi semakin sulit dijangkau sehingga operasi evakuasi berjalan lambat.

Hingga berita ini diterbitkan, 13 korban meninggal dunia sudah ditemukan, sementara warga yang mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman.

Banjir bandang tersebut dipicu oleh meluapnya debit Batang Aia (Sungai) Lurah, yang menghanyutkan sejumlah rumah di sepanjang bantaran sungai.

Gubernur Mahyeldi menegaskan rencana percepatan perbaikan jembatan yang putus, yang merupakan satu-satunya jalur utama menuju lokasi bencana.
“Perbaikan jembatan harus segera dilakukan karena itu satu-satunya akses menuju lokasi bencana. Jalur Malalak–Balingka saat ini tidak bisa dilalui akibat banyak titik longsor,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan lokal terus melanjutkan pencarian korban, evakuasi, dan pengiriman bantuan.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat, memenuhi kebutuhan warga, dan memulihkan akses vital agar distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat.

Sumber: infopublik.id

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan