Sleman, Updatemerapi.com – Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun ditemukan meninggal dunia di aliran Selokan Mataram, Mlati, Sleman, Senin (19/1/2026) dini hari. Polisi kini melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban.
Peristiwa tragis ini pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 00.20 WIB. Personel Polsek Mlati Polresta Sleman yang dipimpin Pawas AKP Agus Santoso segera mendatangi lokasi kejadian di Jalan Selokan Mataram, Dusun Kutu Asem, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati.

Saat petugas tiba di lokasi, warga telah berkerumun di sekitar tempat kejadian perkara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban lebih dulu dibawa oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM menggunakan kendaraan pribadi.
Korban diketahui berinisial MIFR (5), warga Kalurahan Sinduadi. Pihak RSA UGM menyatakan korban telah meninggal dunia lebih dari 10 menit sebelum pemeriksaan dilakukan. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Keterangan saksi menyebutkan, sekitar pukul 23.50 WIB, warga yang tengah melaksanakan ronda malam menerima informasi dari seorang pengendara sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya. Pengendara tersebut melaporkan adanya benda menyerupai anak yang hanyut terbawa arus sungai.

Foto: Istimewa
Warga kemudian melakukan pengecekan dan menemukan seorang anak dalam kondisi tertelungkup di aliran sungai. Korban dievakuasi secara manual sebelum kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mlati.
Sementara itu, berdasarkan keterangan orang tua korban, sekitar pukul 20.00 WIB anak tersebut masih terlihat tidur bersama ibunya. Ayah korban kemudian keluar rumah untuk mengikuti kegiatan ronda malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, ayah korban kembali ke rumah dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka serta korban sudah tidak berada di tempat tidur.
Keluarga sempat melakukan pencarian hingga akhirnya mendapat informasi bahwa korban ditemukan di aliran sungai. Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Mlati masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Jika ditemukan unsur pidana, kasus akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polresta Sleman mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan sungai dan saluran air, guna mencegah kejadian serupa.













