Menu

Dark Mode
Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi Mobil Pajak Keliling PBB Hadir di Singosaren, Warga Imogiri Kini Bayar Pajak Lebih Mudah Kolaborasi Presisi Polda DIY Perkuat Keamanan dan Higienitas Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Rakerda HILLSI DIY 2026 Digelar di Sleman, Siapkan Portal Data Center untuk Dongkrak Kualitas SDM

Berita Unggulan

Ambarketawang Rayakan Hari Jadi ke-270 lewat Festival Budaya & Bazar UMKM Lokal

badge-check


					Ambarketawang rayakan hari jadi ke-270 lewat festival budaya dan bazar UMKM yang menguatkan ekonomi lokal dan kearifan tradisi. foto: Istimewa Perbesar

Ambarketawang rayakan hari jadi ke-270 lewat festival budaya dan bazar UMKM yang menguatkan ekonomi lokal dan kearifan tradisi. foto: Istimewa

Ambarketawang, Updatemerapi.com – Pelataran Kalurahan Ambarketawang, Kabupaten Sleman, berubah menjadi ruang temu budaya dan ekonomi warga pada Minggu (23/11/2025) dalam gelaran Ambarketawang Kalcer Festival (AKF) 2025. Perayaan ini sekaligus menandai hari jadi ke-270 Ambarketawang, yang tahun ini mengusung tema “Melestarikan Tradisi Membangun Ambarketawang Gumilang.”

Festival tersebut menghadirkan perpaduan antara seni, produk UMKM, dan potensi padukuhan, menjadikannya ajang penguatan identitas sekaligus pendorong kemandirian ekonomi warga. Sejak pagi, area festival telah dipadati pengunjung yang ingin melihat langsung karya dan kreativitas masyarakat setempat.

Bazar UMKM menjadi salah satu magnet utama. Beragam produk lokal ditampilkan, mulai dari kuliner tradisional, kriya berbahan alami, hingga inovasi kreatif berbasis kearifan lokal. Semua menjadi bukti bahwa ekonomi berbasis komunitas masih memiliki pengaruh kuat di Ambarketawang.

Selain bazar, gelar potensi padukuhan juga menjadi sorotan. Setiap padukuhan menampilkan identitasnya melalui karya khas, seni pertunjukan, serta inovasi produk yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing wilayah. Sinergi antara kreativitas seni dan potensi ekonomi menjadikan festival ini lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.

Ketua Panitia AKF 2025, Rully Ismada (akrab disapa Rere) menjelaskan bahwa konsep festival dirancang untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi warga tanpa meninggalkan akar budaya. Menurutnya, tradisi tidak hanya hadir dalam seni tari dan musik, tetapi juga dalam rasa, rupa, dan proses produksi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Dengan menempatkan produk budaya dan kearifan lokal sebagai inti festival, nilai-nilai leluhur dapat tetap diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Rully menambahkan, AKF 2025 bukan hanya berdampak bagi pelaku UMKM, namun juga bagi masyarakat luas. Perputaran transaksi di bazar, meningkatnya kunjungan, hingga keterlibatan pemuda menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang dinamis dan sehat.

“Ini menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menghidupkan kembali ekonomi lokal pascapandemi,” tegasnya.

Melalui gelaran ini, Ambarketawang menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi modern. Festival budaya sekaligus mempertegas arah Ambarketawang menuju masyarakat yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, sebuah wujud nyata menuju Ambarketawang Gumilang.

sumber: Infopublik.id

Read More

Nuzulul Quran dan Cara Orang Jawa Memaknai Wahyu dalam Kehidupan

8 March 2026 - 02:35 WIB

Data dan Ajaran Moral dalam Manuskrip Jawa Tentang Perang

7 March 2026 - 09:53 WIB

Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Mekanisme dan Penjelasan Resmi

6 March 2026 - 06:36 WIB

Dari Rekan Bisnis Jadi Tersangka, Duduk Perkara Sengketa Merek HMI

25 February 2026 - 12:57 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, PRIMA DMI Kota Yogyakarta dan BAZNAS Gelar Bootcamp Dakwah Digital

16 February 2026 - 03:34 WIB

Trending on Berita Unggulan