Gunungkidul, Updatemerapi.com – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto memimpin apel pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Senin (12/1/2026). Apel pada minggu kedua tahun 2026 ini menjadi penanda awal komitmen bersama aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan kualitas pelayanan publik.
Dalam amanatnya, Joko Parwoto menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada ASN yang merayakan serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh pegawai. Ia berharap nilai kasih, damai, dan pengharapan dapat menjadi semangat bersama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, apel pagi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan refleksi kedisiplinan, kesiapan, dan kesadaran ASN dalam mengawali hari kerja. Dari momen tersebut, aparatur diharapkan menanamkan tekad untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
“Tahun 2026 harus menjadi tahun penguatan kinerja, percepatan pelayanan, dan peningkatan kualitas birokrasi. Masyarakat menanti aparatur yang solutif, responsif, dan melayani dengan empati,” tegas Joko Parwoto.
Ia menilai Gunungkidul memiliki potensi besar, mulai dari sektor pariwisata yang terus bertumbuh, kekayaan budaya, sumber daya manusia yang tangguh, hingga semangat gotong royong yang mengakar kuat. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara serius dan terintegrasi.
Di sisi lain, Wakil Bupati juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi daerah, seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pemerataan pembangunan antarwilayah, penyediaan air bersih, penguatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Menghadapi tantangan tersebut, Joko Parwoto menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, tidak ada OPD yang bisa bekerja sendiri, melainkan harus bergerak bersama dalam satu kesadaran sebagai Tim Gunungkidul.
Dalam arahannya, ia juga menegaskan sejumlah prioritas kerja, antara lain mendorong pariwisata Gunungkidul naik kelas agar lebih tertata dan berkualitas, menjadikan pengentasan kemiskinan dan stunting sebagai amanah kemanusiaan, menyambut investasi dengan profesionalisme, membangun birokrasi yang adaptif dan digital, serta menegakkan integritas sebagai fondasi pembangunan.
“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kesungguhan. Gunungkidul dibangun oleh orang-orang yang mau berjuang dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh ASN membangun budaya kerja yang disiplin tanpa diawasi, cepat tanpa disuruh, jujur tanpa diminta, dan melayani tanpa mengeluh. Bagi Joko Parwoto, kehadiran aparatur tidak hanya soal fisik, tetapi juga keterlibatan pikiran, hati, dan dedikasi.
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan tahun 2026 sebagai momentum bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih tulus demi masa depan Gunungkidul, sekaligus meneguhkan pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
sumber: gunungkidulkab.go.id













