Sleman, Updatemerapi.com – Produksi sampah botol plastik sekali pakai di Sleman terus meningkat. Menjawab persoalan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman menghadirkan Rumah Pilah Sampah atau Rumpi ah sebagai solusi pemilahan botol plastik langsung di ruang publik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengembangkan inovasi pengelolaan sampah bertajuk Rumah Pilah Sampah (Rumpi ah). Fasilitas ini difungsikan sebagai tempat pengumpulan sekaligus pemilahan botol plastik di ruang publik.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi meningkatnya timbulan sampah botol plastik sekali pakai yang sulit terurai. Melalui Rumpi ah, DLH mendorong pemilahan sejak dari sumber agar sampah tetap memiliki nilai daur ulang.
Secara desain, Rumpi ah dibuat menyerupai kandang burung. Di dalamnya terdapat enam kompartemen terpisah untuk botol bening, botol berwarna, label, tutup botol, gelas bening, dan gelas berwarna. Pemisahan ini dilakukan agar proses daur ulang lebih efektif.
Satu unit Rumpi ah telah ditempatkan di halaman Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sebagai lokasi percontohan. Penempatan di ruang publik diharapkan memudahkan masyarakat untuk langsung mempraktikkan pemilahan sampah botol plastik.
Panewu Depok, Djoko Muljanto, mengatakan bahwa Rumpi ah tidak hanya berfungsi sebagai sarana teknis, tetapi juga media edukasi lingkungan.
“Rumpi ah dirancang khusus untuk mengumpulkan sekaligus memilah sampah botol plastik agar dapat diolah kembali menjadi bahan daur ulang yang lebih berguna. Pada saat yang sama, tempat ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Djoko, pemilahan sejak awal menjadi kunci dalam mengurangi beban lingkungan. Tanpa pemilahan, sampah plastik berpotensi tercampur dengan jenis sampah lain sehingga sulit dimanfaatkan kembali.
Ia berharap inovasi ini dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan melihat dan menggunakan langsung Rumpi ah, warga diharapkan lebih memahami pentingnya memilah botol plastik secara benar dan berkelanjutan.
DLH Sleman menilai pendekatan berbasis edukasi dan keteladanan di ruang publik menjadi strategi efektif dalam membangun literasi lingkungan berbasis komunitas.
sumber: Infopublik.id














